Rutanperempuansurabaya.id – Koleksi Boyet Fajardo terbaru hadir sebagai perayaan karya yang dirancang untuk dikenakan dalam berbagai momen kehidupan. Dengan fokus pada pakaian siap-pakai yang tahan waktu, koleksi ini menegaskan kembali komitmen desainer untuk menjadikan busana sebagai sahabat sehari-hari perempuan, bukan sekadar busana untuk acara besar.

Pertunjukan karya ini juga menampilkan Melanie Marquez sebagai muse dan sahabat lama Boyet, memvisualkan nilai elegan, percaya diri, dan inklusivitas yang menjadi ciri khas rancangan sang desainer. Koleksi tersebut dijadwalkan tersedia di berbagai mal dan department store di seluruh negeri.
Inspirasi dan konsep desain
Boyet mengambil pengaruh kuat dari estetika Jepang—struktur, bentuk, dan permainan pola—untuk membentuk bahasa visual koleksi ini. Ia menekankan elemen geometris, linear, dan dramatis yang menurutnya abadi dalam mode. Dalam kata-katanya, “Japanese designs have always been part of my collections.” Pendekatan ini dipadukan dengan niat praktis: menciptakan potongan yang cocok dipakai sehari-hari namun tetap memiliki karakter kuat.
Model, bahan, dan detail yang menonjol
Rangka koleksi menampilkan beragam potongan seperti dress, wrap, atasan kimono, dan celana palazzo sebagai kanvas bagi pola khas Boyet. Tekstil dimanipulasi untuk menghasilkan ilusi optik, sementara motif bunga halus menghiasi potongan berwarna kaya. Flounce dan ruffle muncul sebagai respons desainer terhadap keinginan busana yang bergerak harmonis bersama pemakainya.
Selain estetika, koleksi ini mempertahankan konsistensi Boyet dalam memperjuangkan mode ramah ukuran plus. Selama kariernya, ia dikenal sebagai pelopor yang membuka akses gaya bagi perempuan berbadan beragam—sebuah pesan inklusivitas yang turut terasa dalam pilihan rancangan dan potongan koleksi ini.
Perjalanan karier dan semangat bertahan
Meluncurkan koleksi ini menandai tonggak dalam perjalanan Boyet yang hampir mencapai 50 tahun di industri mode. Ia mengakui koleksi terbaru sebagai cerminan dari pengalaman panjangnya: “This collection highlights my 48 years in the fashion industry—through all the struggles—as my journey speaks volumes about my passion and the generations I’ve had the privilege to serve.”
Perjalanan Boyet bukan tanpa hambatan. Ia lahir dengan gangguan penglihatan yang menambah tantangan dalam profesinya, dan pada 2020 pandemi turut memberikan pukulan berat bagi usaha yang dijalankannya. Namun, ia memilih untuk tetap bergerak, beradaptasi, dan mewujudkan impian-impian yang selama ini ingin dikerjakan. “I always want movement, constant movement, and never remain at a standstill, even during the global pandemic,” ujarnya, disusul tekad, “I’ll do the things I’ve been dreaming of doing all my life.”
Semangat kompetisi yang ia anut bersifat personal: “Compete only with yourself rather than with others to bring out the optimum in you,” kata Boyet, menegaskan filosofi yang membawanya terus berkarya. Ia menutup dengan optimisme: “Fashion is my passion, so the best is yet to come!”
Koleksi ini akan tersedia segera di Robinsons, SM, Landmark, dan Sta. Lucia malls, KCC Malls di Mindanao, G Malls di Visayas, serta di department store pilihan di seluruh negeri. Kehadiran koleksi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Boyet sebagai desainer prêt‑à‑porter yang mengutamakan kenyamanan, gerak, dan daya tarik lintas usia.
Kolaborasi dengan Melanie Marquez sekaligus menegaskan hubungan panjang desainer dan muse—sebuah ikatan yang menonjolkan bagaimana busana dapat menghadirkan kebahagiaan, kepercayaan diri, dan pengalaman yang berarti bagi pemakainya.
